~~~Tujuh hari sudah aku menginap di rumah Mami. Dan setelah kejadian Mas Arland tempo hari, aku sama sekali tidak pernah pulang. Selepas dari studio, aku langsung ke rumah Mami. Aku tidak tahu bagaimana kondisi rumah, bukan abai, tapi sebelum Ravyan pulang, aku khawatir Mas Arland masih akan terus menemui dan menggangguku.Sekarang pukul lima sore, aku sudah meninggalkan studio dan baru saja sampai di rumah Mami.Tubuhku sengaja dihempas di sofa ruang keluarga, belum ingin masuk kamar. Belum sampai satu menit aku duduk, ponsel di dalam tasku bergetar."Ravyan?" gumamku antusias melihat panggilan video dari Ravyan.Aku langsung menerimanya hingga wajah lelaki itu terpampang di layar."Hai, Sayang?" panggilnya begitu manis. Wajahnya yang tampan bercampur letih terpampang dalam layar.Aku tersenyum lebar. "Tumben video call jam segini?" tanyaku heran.Kedua sudut bibir lelaki itu tertarik. Menciptakan lengkung simetris yang menghiasi wajah lelahnya. Bukannya memberikan jawaban, ia malah
Baca selengkapnya