82."Mi, kami pamit. Terimakasih sudah jagain Lyra."Tidak sampai satu jam kedatangannya di rumah Mami, aku dan Ravyan sepakat untuk segera pulang. Tapi sebenarnya bukan sepakat, melainkan aku yang sangat antusias untuk segera pulang dari rumah Mami dan kembali ke rumah kami."Yakin mau langsung mau pulang? Padahal kamu baru banget sampai, Nak Ravyan. Istirahat dulu lah, makan dulu. Kamu pasti capek.""Istirahat di rumah aja, Mi. Sekalian mandi," jawabku yang tak menjauh dari sisinya sejak ia datang. Bahkan tak segan bergelayut manja di lengannya."Iya, Mi. Sekalian melepas kangen juga," timpal Ravyan hingga Mami tampak mengulum senyumnya.Aku mencubit pelan perut Ravyan, meski tidak benar-benar mencubitnya karena perutnya yang keras dan nyaris tanpa lemak itu."Ya sudah, hati-hati kalau begitu. Kapan-kapan ke sini lagi," pinta Mami.Aku dan Ravyan lantas bergantian mencium tangan Mami, lalu masuk ke dalam mobilku di mana
더 보기