"Tiga puluh lima menit. Keren. Tapi sangat tidak direkomendasikan. Jalan sempit. Gak rata. Banyak belokan. Bau got. Bawa motornya juga ngebut," cecarku setelah turun dari motor dan langsung melihat arloji. "Pokoknya lebih nyaman pergi naik mobil,""Tapi tetap sampai dan yang paling penting, kamu gak telat," jawabnya sambil melepaskan helm di kepalaku. Kemudian ia ikut turun dari motornya."Ya udah aku masuk dulu," ucapku dan bersiap memutar badan."Eitss! Masa' kamu langsung masuk dan ninggalin saya gitu aja." Ravyan tampak merajuk."Ya karena gak mungkin kamu ikut masuk ke dalam, Pak Mayor!"Ravyan meraih kedua pundakku. "Salim dulu dong," titahnya lalu menyodorkan tangan. "Sekalian ongkosnya 'kan belum."Mataku menyipit. "Aku pikir gratis tanpa biaya apapun. Kalau gitu, mending aku pesen taksi online aja sekalian!"Ravyan hanya tersenyum seraya memajukan tangannya kian dekat di depan wajahku.Agar lebih cepat,
Read more