Adrian berdiri tidak jauh dari pintu keluar gedung, matanya tidak lepas dari sosok yang berjalan terburu-buru di depannya. Langkah perempuan itu terlihat gelisah, sesekali ia menoleh ke belakang seolah takut ada yang mengikutinya, namun tidak pernah sekalipun ia menoleh ke arah Adrian. Ia tahu, Valeria sedang memikul beban yang berat sendirian, dan ia tidak ingin menjadi beban tambahan baginya. Adrian tetap berdiri di sana, tidak mundur selangkah pun. Ia hanya menunggu, dengan tenang, siap mendampingi tanpa pernah menuntut agar ia dipersilakan masuk ke dalam hati perempuan itu.Ketika Valeria akhirnya berhenti di pinggir trotoar, menarik napas panjang seolah ingin menenangkan gejolak di dadanya, barulah Adrian melangkah mendekat. Langkahnya pelan dan terukur, tidak ada sedikit pun niat untuk mengejutkan atau menakutinya. Ia berdiri beberapa langkah di samping Valeria, memberi ruang yang cukup namun tetap m
Read more