Malam itu Valeria sengaja mematikan ponselnya. Ia hanya ingin suasana yang tenang tanpa notifikasi atau gangguan dari luar. Ponselnya diletakkan di atas nakas, lalu ia berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit. Di luar, Jayakarta tetap ramai seperti biasa, tetapi Valeria membiarkan malam itu berlalu dalam keheningan.Pagi datang dengan udara yang lebih sejuk. Valeria bangun lebih awal, membuat kopi, lalu duduk di teras menghadap timur. Ia tidak membuka laptop atau menyalakan televisi. Ia hanya menikmati kopinya tanpa memikirkan apa yang harus dilakukan. Sekitar pukul sepuluh, Natalia datang membawa dua kotak pastry dengan wajah tenang, tanpa meminta Valeria menjelaskan apa pun."Kamu tidak harus bilang apa-apa dulu," kata Natalia sambil duduk di kursi sebelah Valeria, meletakkan kotak pastri di meja antara mereka. "Aku temani kamu di sini."
더 보기