Eva mengangkat nampan dengan mangkuk bubur yang kini sudah kosong dari atas nakas. Ia membalikkan tubuhnya, menoleh lurus ke arah Rian yang masih bersandar di ranjang. "Aku tinggal dulu ya, kamu istirahat," ucap Eva. Rian mengangguk pelan. Ia menggeser tubuhnya sedikit ke bawah dengan gerakan yang lambat dan payah. "Iya." "Makasih banyak ya, Va, udah mau repot-repot nemenin dan menyuapi aku," lanjut Rian. Eva hanya membalas ucapan terima kasih itu dengan sebuah senyuman tipis. "Kalau butuh apa-apa, panggil aja." Rian kembali mengangguk dengan mata yang setengah terpejam. "Iya, Va." Eva langsung melangkah keluar dari kamar tersebut, lalu menarik daun pintu itu dan menutupnya secara perlahan. Ia mulai mengayunkan langkah meninggalkan kamar Rian. Namun, baru berjalan beberapa langkah, Eva mendadak menghentikan pergerakan kakinya. "Astaga..." gumam Eva lirih. Ia menepuk pelan dahinya sendiri dengan telapak tangan. "HP-ku ketinggalan di kamar Rian." Eva baru menyadari bah
閱讀更多