Viona mengangkat alis dengan wajah penuh rasa puas."Hah, lumayan juga kamu. Sebaiknya bikin soal itu sesulit mungkin sampai perempuan jalang itu benar-benar pusing!"Di sisi lain, Naira berpamitan ke toilet. Setelah menutup pintu, dia mengeluarkan sebuah botol obat kecil dari dalam tasnya, menuangkan satu butir pil, lalu mendongakkan kepala dan menelannya.Sesaat kemudian, dia menatap bayangannya di cermin. Wajahnya perlahan berubah makin pucat, sementara senyuman menyeramkan terukir di bibirnya."Siapa yang peduli menang di pertandingan receh seperti ini? Yang ingin kumenangkan adalah hati Kak Zevran."....Tak lama kemudian, semua persiapan selesai. Babak terakhir pun resmi dimulai.Di garis start, Dante kebetulan berdiri tepat di samping Adelard. Di depan kaki mereka masing-masing telah diletakkan papan soal secara terbalik.Mata Adelard yang berbinar dan penuh semangat menatap lurus ke depan. Kedua tangannya mengepal erat.Untuk pertama kalinya dalam hidup, dia benar-benar ingin m
اقرأ المزيد