Cecilie mengira setelah mendengar ucapannya yang panjang lebar itu, Evander akan membalas dengan sama panjangnya, mengingat selama ini tampaknya belum pernah ada yang memprotes keputusannya.Cecilie tahu itu karena ia melihat sendiri bagaimana reaksi orang-orang yang cenderung memuja ketimbang mengkritik sang Grand Duke Silveron.Namun, Evander justru hanya mengangguk. Matanya menatap Cecilie lebih lama dan lebih seksama, seolah apa yang diucapkan Cecilie terdengar sangat menarik baginya.“Aku akan mengingatnya mulai sekarang,” ujarnya tenang. “Tapi… kau juga harus mulai membuka diri.”Evander bersandar di kursinya dan menoleh ke jendela, pada pemandangan yang telah berganti. Mereka telah meninggalkan kawasan pemukiman, dan sekarang kereta bergerak di atas jalan yang membelah padang rumput.“Kalau kau membutuhkan sesuatu, atau merasa ada sesuatu yang tidak beres, katakan padaku,” lanjut Evander. “Kalau kau merasa tidak sanggup, mintalah bantuanku. Jangan menunggu sampai terlambat, kar
Ler mais