Evander tidak segera menjawab. Ia meraih tangan Cecilie, menyelipkannya kembali ke lengannya, lalu mengajaknya melanjutkan langkah menuju kandang Hera dan Pegasus. “Karena…” ujarnya sambil berjalan. “Aku datang untuk urusan pekerjaan, tak ada sangkut pautnya dengan keluarga. Setelah urusan selesai, aku langsung pulang.” Evander mengatakannya dengan tenang, seolah kunjungannya ke Argenton bukan sesuatu yang pantas dipermasalahkan. Mereka sudah tiba di kandang kuda. Dari dalam istal terdengar ringkik kuda yang dikenalnya. Suara Hera. Sejenak Cecilie melupakan keingintahuannya. Namun bukan berarti ia tidak menyimpan fakta bahwa Evander pernah datang ke Argenton. Sementara itu, seorang pengurus istal menghampiri mereka. Pakaiannya rapi dan bersih, bukan seperti para pekerja lain yang sedang bekerja di luar. Cecilie langsung tahu bahwa ia bukan pelayan. Pria itu membungkuk kepada mereka. “Selamat sore, Yang Mulia. Apa ada yang bisa saya bantu?” “Grand Duchess, ini Jomyr,” uj
Read more