Jantung Cecilie berdegup kencang. Ia menoleh kepada Evander.Suaminya sedang menatap Kaisar. Lalu, seolah merasakan tatapan Cecilie, Evander menoleh kepadanya.Tatapan mereka bertemu.Mungkin ia salah lihat. Mungkin ia hanya berkhayal. Namun ia melihat sudut bibir Evander terangkat pelan sedetik. Sorot matanya melunak, dan jemarinya menekan lembut bahu Cecilie.Ucapan Kaisar adalah perintah, bahkan peringatan. Dan Evander sedang menegaskan ucapan Kaisar untuknya. “Duke Greymont,” Kaisar masih melanjutkan. Tatapannya bergeser pada sang tuan rumah yang berdiri tak jauh darinya. “Sebagai kepala keluarga istana, aku harus minta maaf karena masalah ini. Kesalahan pelayan istana di kediamanmu adalah kelalaian dari pihakku. Aku menghargai kesetiaanmu, dan insiden ini tidak mencerminkan pandangan kekaisaran terhadapmu.”Duke Greymont membungkuk hormat.“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Yang Mulia. Yang Mulia beserta keluarga tidak bersalah. Satu-satunya yang patut disalahkan hanyalah pelayan
Read more