Cecilie sibuk menulis surat sampai lupa waktu. Ia makan siang dengan cepat di ruang kerja, lalu kembali menulis. Suatu waktu, Evander pernah menawarinya untuk mempekerjakan seorang sekretaris. Namun Cecilie merasa itu belum perlu. Ia belum mengerjakan pekerjaan administratif apa pun selama di ibu kota. Perannya sebagai Grand Duchess Silveron belum berfungsi sepenuhnya. Ia juga melihat selama di ibu kota, Evander lebih sering bekerja sendiri ketimbang mengandalkan sekretarisnya. Karena itu, jika saat ini ia memiliki sekretaris, ia khawatir terlihat manja. Mungkin nanti. Jika mereka sudah kembali ke Silveron, ia baru memerlukan seorang sekretaris. Surat terakhirnya selesai ditulis bertepatan dengan ketukan di pintu, dan Fawkes masuk untuk mengabari makan malam sudah siap. “Grand Duke sudah menunggu, Yang Mulia.” Cecilie mendongak. “Beliau sudah kembali?” tanyanya agak tercengang. Ia begitu serius menulis sampai tidak mendengar suara kereta kuda suaminya tiba di pekarangan. Ia s
Ler mais