Evander membalas tatapan Cecilie dengan ekspresi tenang, seolah pertanyaannya tadi sama sekali tidak aneh. Ia kemudian mengangkat surat di tangannya sedikit. “Dagny tidak menuliskan waktunya di sini. Katanya waktunya terserah kau.” Cecilie menghela napas. “Benar,” ujarnya. “Soal waktu sebenarnya saya sudah memikirkan tanggalnya. Tapi maksud saya… Anda sepertinya mau ikut?” “Ya,” sahut Evander lugas, seolah hal itu sudah ia pikirkan sebelumnya surat itu datang. Cecilie mengerutkan keningnya. “Evander, Anda tidak perlu mengorbankan waktu dan pekerjaan Anda untuk menemani saya.” Lalu, ia buru-buru melanjutkan karena takut Evander salah memahami ucapannya, karena sebenarnya ia tidak keberatan kalau Evander ikut. “Saya senang ditemani, tapi… ini hanya pertemuan kecil para wanita…” Namun Evander menggeleng-geleng seolah ucapan Cecilie tidak sesuai dengan pendapatnya. “Kalau hanya pertemuan kecil, Permaisuri tidak akan mengadakan Jamuan Teh Kehormatan lebih awal dari wa
Leer más