Cecilie baru saja hendak membalas, ketika orang-orang di sekeliling mereka bertepuk tangan meriah. “Tidak disangka, ternyata Grand Duke dan Grand Duke Silveron adalah penari-penari yang mahir!” “Mereka sangat serasi. Memang sudah sepantasnya berjodoh.” “Mereka mesra sekali tadi. Iya kan?” “Aku jadi punya firasat, Festival Musim Gugur tahun ini tidak akan membosankan.” Cecilie mendengar semua bisik-bisik itu, dan sepertinya Evander juga, meskipun raut mukanya kembali datar seolah tidak peduli pada penilaian orang lain. Ia membimbing Cecilie menepi dari arena menari, bahkan selagi anak-anak muda itu masih bertepuk tangan. “Yang Mulia Paman, bisakah Anda dan Grand Duchess menari lagi?” Seorang pemuda bangsawan menyusul mereka di belakang. Cecilie kenal dengannya. Ia putra bungsu Duke Redmont, salah seorang sepupu Kaisar. Usianya baru tujuh belas tahun. Dulu, karena lebih muda, ia sering menjadi bulan-bulanan kejahilan Sylas. “Tidak,” sahut Evander tanpa menoleh. Tangannya mengg
Leer más