"Keputusan yang tepat," kata Tante Ery keesokan harinya, saat ia dan Ane tiba di kantor maskapai. "Dari dulu targetmu kan Maha Dahsyat Rein, kenapa setelah makan jamur kamu jadi linglung! Untung cepet sadarnya deh," tukasnya lega. "Hari ini dia dateng, mau bahas soal kesepakatan kerjasama. Tapi dia ada operasi dulu, nggak tau selesai jam berapa," ucap Ane tanpa semangat. "Tuan Besar nggak nanya banyak kan?" tanya Tante Ery teringat tadi pagi masuk panggilan dari Belanda, orang tua Ane. Ane menggeleng, "Aku cuma melapor soal rencana kerjasama," jawabnya. "Aku siapin dokumennya, kamu periksa beberapa laporan yang ketunda kemarin ya," pinta Tante Ery seraya menyerahkan Macbook di meja pada sang nona. "Aku ada janji makan siang sama Aldric," tahan Ane membuat Tante Ery berhenti di pintu ruangan. "Tolong aturkan jadwalku," perintahnya. "Oke," Tante Ery mengangguk. "Kalau bisa jalan dua, kenapa harus satu," kekehnya gemas. "Aku cuma butuh Aldric!" teriak Ane bersaing dengan gedebam p
最終更新日 : 2026-06-15 続きを読む