Rein melepas pagutannya sebentar. Ditatapnya wajah Ane yang sudah memerah, dijalari gairah. Jemarinya naik mengusap pipi selembut pualam itu, hati Rein tergerak. Sebisa mungkin, selama ini ia menolak Ane, bertahan pada idealismenya, tidak akan pernah menikahi perempuan yang demi harta mati-matian mengejarnya. Namun, semenjak Ane roboh di depan matanya karena keracunan, Rein mengubah sedikit sudut pandangnya. Ane menjelma menjadi sebuah candu yang membuat jantungnya berdebar. Serasa, ada ikatan tak kasat mata yang membuat Rein terus terpikir untuk menjadikan Ane di sisinya, bagaimanapun caranya. "Kalau kita lanjut, kamu nggak akan pernah bisa ngejar Aldric lagi, Ariane," bisik Rein, sungguh, tubuhnya sudah benar-benar terbakar godaan yang Ane berikan lewat sentuhan di dada bidangnya ini. "No," Ane menggeleng panik, "Aldric nggak boleh tau aku begini," katanya. "Kamu bener-bener mau hamil anak dari seorang Reinier?" Ane menggeleng lagi, "Tubuhku hampir meledak sekarang, Rein," keluh
Terakhir Diperbarui : 2026-06-09 Baca selengkapnya