Home / Romansa / Obsesi Gila Mantan Suamiku / Bab 28. Meneer-Mevrouw

Share

Bab 28. Meneer-Mevrouw

Author: Sayap Ikarus
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-19 22:36:16

Ane meremas luka bekas gigitannya spontan agar Rein melepas pagutan di bibirnya. Entah mengapa, saat Rein mengecupnya, Ane bak diserang kelumpuhan tiba-tiba, tubuhnya membeku. Segenap inderanya bahkan tak memberikan penolakan, sungguh, pagutan Rein begitu lembut dan membawa candu asing tapi penuh afirmasi manis.

"Arggh," Rein menggeram kecil, reflek menepis jemari Ane di dadanya yang terluka.

"Bisa kan kamu jangan asal menciumku begitu? Murah sekali ya aku di matamu, Rein?" protes Ane sambil m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jumiroh
yaaahhh kok cuma 1 bab si thor, bacanya baru dalam kedipan mata udah abis aja, tambahin dong thor, ceritanya seru banget sebenarnya walaupun gak logic tapi beneran seru thor
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 30. Jangan Coba-Coba

    "Pembangunan trauma center udah tinggal finishing, alat kesehatan yang mau kita kasih juga udah siap kirim. Gimana? Mau konfirmasi dulu ke Pak Rein?" tanya Tante Ery di perjalanan pulang dari kantor perusahaan farmasi."Nggak usah, besok kita langsung kirim aja ke rumah sakit, seharusnya semua udah siap, kata Aldric juga tinggal ngisi gedungnya aja," sebut Ane tampak lelah. "Kamu serius jadian sama Aldric, Ne?" Tante Ery menatap Nona-nya serius. Setelah melihat wajah berseri Ane dan tingkahnya yang sumringah 3 hari belakangan, ia baru sempat bertanya sekarang. Anggukan Ane berikan sebagai jawaban. Ia menoleh Tante Ery dengan senyuman bahagianya, senyum paling lega sedunia. "Tuan Besar Sabine jangan sampe tau dulu," pesan Tante Ery perhatian. "Kenapa? Menjalin cinta sama dokter bukan hal yang ilegal kan?" tanya Ane sepolos pantat bayi. "Kamu adalah satu-satunya manusia yang keukeuh minta dijodohin sama Rein pas Tuan Sabine memperingatkanmu tentang bagaimana hebatnya pengaruh kelua

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 29. Kembali Bersama Setelah Sekian Lama,

    Setelah pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Rein 3 hari lalu, Ane belum bertemu dengan dokter bedah tampan itu lagi. Tak juga ada asisten Rein yang menghubunginya perihal kerjasama perusahaan menjelang perilisannya 5 hari lagi. "Kuliat kamu kemarin dari poli jiwa, Ne, ketemu Dokter Nita?" tanya Aldric, ia dan Ane sepakat untuk bertemu makan malam kali ini. Ane mengangguk, "Aku perlu konsultasi. Jadwal tidurku berantakan Al," jawabnya akrab. Setelah sepakat untuk mengobrol dengan bahasa non formal, Aldric dan Ane makin dekat dengan saling berbicara santai sambil memanggil nama saja, tanpa embel-embel sapaan kaku. Sambutan baik Aldric terhadap sikapnya yang sedikit agresif membuat Ane merasa tak masalah jika mereka sering pergi keluar hanya untuk bertemu dan mengobrol. "Program pembangunan trauma center yang digagas sama Dokter Rein bener-bener jadi mega proyek yang digadang-gadang bakalan melesatkan nama rumah sakit kami," sebut Aldric di sela-sela kunyahannya. "Terima kasih

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 28. Meneer-Mevrouw

    Ane meremas luka bekas gigitannya spontan agar Rein melepas pagutan di bibirnya. Entah mengapa, saat Rein mengecupnya, Ane bak diserang kelumpuhan tiba-tiba, tubuhnya membeku. Segenap inderanya bahkan tak memberikan penolakan, sungguh, pagutan Rein begitu lembut dan membawa candu asing tapi penuh afirmasi manis."Arggh," Rein menggeram kecil, reflek menepis jemari Ane di dadanya yang terluka. "Bisa kan kamu jangan asal menciumku begitu? Murah sekali ya aku di matamu, Rein?" protes Ane sambil memukul keras pundak Rein, marah. "Kenapa? Kamu bisa berbuat lebih dari sekadar menggigitku?" cibir Rein. Ane membuang pandangan sebagai jawaban. Meski begitu, jemarinya tak lupa mengusap luka di dada Rein dengan obat antiseptik dan membalutnya menggunakan kassa steril. "Ariane," panggil Rein lembut, baru ia sadari, wajah Ane begitu cantik dan mulus sekali jika ditatap sedekat ini. "Udah selesai, aku pulang dulu," pamit Ane buru-buru beranjak tapi Rein menahan jemarinya. "Si bangsat Rein yan

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 27. Berani Menolakku?

    Ciuman itu semakin dalam, semakin membuat segenap aliran darah di tubuh Ane berdesir hebat. Tangannya yang semula meronta memukul dada Rein brutal, berubah meremas kerah jasnya, rasa manis memenuhi sekujur tubuhnya. Pelan tapi pasti, kecupan Rein turun ke rahang dan ceruk leher Ane, bermain lama dengan lidahnya di sekitar tulang selangka Ane yang mempesona. Saat itulah bayangan masa lalu muncul tiba-tiba, membuat mata Ane yang tadinya terpejam nyaman, terbelalak seketika. Benar, memori Ane kembali pada malam di mana Rein mencekik lehernya sekuat tenaga hingga bernafas pun Ane seperti sudah tak bisa. Tangan Ane reflek berganti mencakar apapun yang bisa di raihnya, adalah rahang Rein yang ikut kaget dengan reaksi spontan Ane. "Lepaskan aku!!" jerit Ane seketika bangkit, ia gigit dada Rein kuat-kuat, melampiaskan ketakutannya yang tertahan begitu lama. Rein berjenggit menahan sakit, tapi ia tidak berteriak meski gigitan Ane jelas mengejutkan dan cukup membuatnya harus menggemeretakkan

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 26. Kita Ulang Kembali

    Tiba di apartemen, Ane tak menolak saat Rein kembali menggendongnya. Kali ini, Ane tidak melupakan kode pintu unitnya, jadi, mereka bisa langsung masuk tanpa kesulitan. "Kamu harus ke psikolog, Ariane," kata Rein setelah kekesalannya reda. Tak tega juga ia melihat kondisi Ane yang masih gemetaran itu, meski sudah bisa mendebatnya dengan sengit. "Kenapa? Menurutmu semua yang kubilang itu gila?" "Iya!" sambar Rein cepat. "Nggak masuk akal lebih tepatnya," tandasnya.Ane membasahi bibirnya beberapa kali, tapi ia tak beranjak dari ranjangnya. Semenjak datang, Rein memang langsung membaringkannya di ranjang, melepas high heels yang ia kenakan dengan telaten. Pun mengambilkan segelas air putih hangat yang sudah ia ukur hati-hati suhunya sehingga Ane tidak kepanasan saat meneguknya. Perhatian kecil ini luput begitu saja dari pandangan Ane, dalam kenangannya, Rein adalah si mantan suami kejam yang selalu menyiksanya. "Tato di tubuhmu adalah pahatan baru, tapi aku tau, kamu adalah orang ya

  • Obsesi Gila Mantan Suamiku   Bab 25. Trauma Yang Masih Sama

    Ane menatap tajam pada Rein di seberangnya, aura menyebalkan dari wajah tampan itu masih tersisa. Sementara yang ditatap tampak santai, mengisap rokoknya sambil memainkan ponsel. Konferensi pers sudah dibubarkan. Pernyataan Ane tetap sama, ia tidak hamil karena Rein dan hubungannya dengan Rein adalah sebatas rekan bisnis. Sedangkan Rein juga tidak akan menuntut Ane atas pencemaran nama baik, mereka mengakhiri semuanya dengan damai. Tidur bersama tidak membuat hubungan mereka menjadi dekat, kesalahan itu hanya Ane anggap sebagai khilaf. Namun, melihat betapa Rein tak acuh begini justru membuat Ane merasa tercekik. Aura Rein dari kehidupan lalu tiba-tiba menekannya sangat kuat, membuat bayangan kesakitan itu kembali datang menyelimuti Ane. "Hei, hei!" Rein menepuk-nepuk pundak Ane untuk menyadarkannya. Perempuan di depannya ini terlihat melamun dan kesulitan bernafas. "Kesurupan?" tegurnya. Ane tersadar, ia menepis kasar jemari Rein yang bertengger di bahunya. Matanya membulat panik

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status