Ane menatap ke luar jendela, pandangannya nanar. Ia tidak mengepak barang, tidak akan ada yang ia bawa menjelang kepulangannya ke Amsterdam. Sofia sudah memberi kabar bahwa ia sudah menemukan tempat yang cocok untuk tempat tinggal sang nona, tanpa gangguan, tempat nyaman impian Ane. "Tuan Besar murka?" gumam Ane menoleh Tante Ery. "Sedikit, tapi setelah pengalihan aset, semua aman," jawab Tante Ery. "Ne, kamu yakin nggak nyisain satu pun?" tanyanya serius. Ane mengangguk, "Aku nggak mau dilacak sama Rein," jawabnya mantap. "Kasih tau aku kalau dia nikah sama Gisel ya Tan, dan jangan bicara apapun sama Aldric. Malam ini, aku bakalan mutusin dia," lanjutnya. "Apa harus begini, Ne? Pak Rein juga menginginkan kamu, kalian bisa menikah dan membesarkan anak kalian dalam satu keluarga bahagia," desis Tante Ery tak habis pikir. "Tant," Ane mendesah lelah. "Menurutmu dia bakalan begitu? Baik terus ke aku? Udah seharian ini dia nggak datang, padahal dia janji bakalan ke sini lagi secepatny
Leer más