Tarikan di kedua belah lengan tegap Juna makin kencang, membuat kemeja kasual yang dikenakannya tertarik ketat. Clarissa Wijaya dan Aurel saling melempar pandangan mata penuh permusuhan pekat, tidak ada yang mau mengalah sedikit pun.Juna mengendalikan napasnya secara satset, tidak ingin menjadi korban perobekan baju di depan umum.Deggg...Aliran hawa hangat dari Inti Jantan Emas di dalam perut Juna mendadak memancar deras memenuhi seluruh rongga dadanya.Pancaran wibawa pengasihan puncak tingkat dewa langsung menyembur keluar, menyelimuti area meja bar sepi dalam seketika. Clarissa Wijaya dan Aurel yang terkena dampak radiasi feromon gaib itu seketika tersentak kaku, menahan getaran aneh di dalam rahim mereka.Genggaman jemari lentur kedua wanita cantik itu pada lengan tegap Juna perlahan mengendur, menyisakan pandangan mata yang mendadak tunduk patuh terpesona."A-Aa... anu, Kak Clarissa, Aurel! S-Su-Sumpah, tolong dengarkan kata
Read more