Adrian merayap mundur di atas aspal dengan napas tersengal-sengal pendek, menatap ngeri pada tubuh belasan pengawalnya yang terkulai kaku. Keringat dingin mengucur basah dari pelipisnya saat Juna melangkah tegap mengikis sisa jarak di pelataran toko.Tanpa membuang sisa waktu, Adrian melompat masuk ke dalam mobil mewahnya yang penyok, lalu tancap gas melarikan diri secara satset."Kamu tidak apa-apa, Arjuna?!" tanya Ibu Arini Kusuma cemas sambil mengusap pundak tegap Juna."Juna baik-baik saja, Bu Arini... pria pengecut seperti itu tidak akan pernah sanggup melukai Juna!" balas Juna dengan vokal bariton yang sangat tenang dan mantap."Pria itu pasti akan mencari cara licik lain untuk menjatuhkanmu, Arjuna..." pangkas Madam Elena menata letak gaun mewahnya."Biarkan saja, Madam... Juna beneran siap menghancurkan seluruh permainan liciknya!" tegas Juna sambil tersenyum miring.Keesokan harinya, suasana di lorong gedung utama Fakultas Kedoktera
Read more