Pita sutra merah berhias untaian melati emas terbentang megah di depan lobi marmer Rumah Sakit Utama Arjuna Dewangga. Gedung pencakar langit setinggi dua puluh lantai itu berdiri kokoh di pusat distrik medis ibu kota, memamerkan arsitektur modern berpadu ukiran gebyok kayu jati nusantara.Juna berdiri di tengah pelataran lobi mengenakan jas putih dokter kehormatan berpadu kemeja sutra hitam, memegang gunting emas berpita perak.Ibu Arini Kusuma mendampingi di samping kanan dengan kebaya modern hijau zamrud, memancarkan pesona keibuan yang sangat anggun dan memesona.Clarissa Wijaya bersama Madam Elena, Aurel, Nyai Sekar, Mbak Ratna, dan Siska Anastasya berdiri berjajar mengapit panggung kehormatan.Lautan manusia yang terdiri dari ribuan pasien lokal, pejabat kementerian, hingga warga negara asing tampak memadati pelataran rumah sakit sejak subuh."A-Aa... anu, Ibu Dekan Amanda! S-Su-Sumpah, antrean nomor pendaftaran pasien di loket luar itu beneran sudah tembus lima ribu orang?!" cic
Mehr lesen