Clarissa Wijaya berdiri kaku di ambang pintu, menatap tajam ke arah Nyai Sekar yang berlutut polos di atas matras. Ibu Arini Kusuma mendekap erat pipa kayu azimat penolak bala di dadanya, membelalakkan mata cantiknya akibat terkejut luar biasa.Juna mengangkat kedua tangannya ke udara secara satset, mengacungkan amplop kulit cokelat tebal di genggamannya."A-Aa... anu, K-Kak Clarissa, Bu Arini! S-Su-Sumpah, Juna beneran cuma lagi mengambil dokumen rahasia musuh ini!" pekik Juna gagap setengah mati sambil menyapu keringat dingin di dahinya."Dokumen rahasia apa yang kamu maksud, Arjuna?!" tanya Clarissa Wijaya dingin sambil melangkah mendekat."I-Ini dokumen bukti kejahatan aliansi Pak Broto dan gembong sekte hitam yang diserahkan oleh Nyai Sekar!" sahut Juna terbata-bata mencoba meyakinkan dua wanita di depannya.Clarissa Wijaya sambut menghentikan langkah kakinya, merenggut amplop kulit cokelat itu dari tangan tegap Juna.Sepasang mata es b
Read more