Yaya lagi-lagi menanyakan soal Arlo. Hazel mengembuskan napas pendek, menatap sahabatnya yang kini memasang wajah luar biasa penasaran. Sebenarnya, tidak ada masalah jika Yaya tahu tentang Arlo. Toh, Yaya adalah satu-satunya orang yang paling ia percayai di dunia ini. Hanya saja, Hazel sendiri merasa posisinya membingungkan karena ia belum sedekat itu dengan Arlo untuk bisa menjabarkan siapa pria itu sebenarnya.Hazel mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja, agak bingung harus mulai dari mana. Sementara itu, Yaya terus saja mencondongkan tubuhnya, mendesak dengan tatapan mata yang seolah mengunci pergerakan Hazel."Ayo, Zel, cepat ceritakan! Jangan membuatku mati penasaran," desak Yaya, menggoyang-goyangkan lengan Hazel.Hazel akhirnya menyerah. Ia menarik napas panjang, bersiap untuk membuka mulut dan bercerita. Namun, belum sempat kata pertama lolos dari bibirnya, pintu kayu ruang kerja pribadi mereka mendadak diketuk dari luar.Tok! Tok!Pintu terbuka sedikit, memunculkan kepala sala
Baca selengkapnya