Lampu tabung di langit-langit ruang interogasi Kejaksaan Distrik Kota berpendar dingin, memantulkan bayangan kaku ke atas meja besi yang tergores. Udara di dalam ruangan itu terasa berbau kertas basah dan pendingin udara yang bekerja terlalu keras. Di balik meja, Ming Na duduk membungkuk dengan kedua tangan terikat borgol baja. Gaun bermerek yang biasanya ia banggakan kini kusut dan ternoda debu, sementara riasan wajahnya telah luntur oleh air mata dan keringat dingin yang mengalir tanpa henti.Di seberang meja, Jaksa Han menggeser sebuah dokumen tebal berisi hasil audit forensik keuangan dan rekaman CCTV pelabuhan. Di sampingnya, Tuan Li berdiri menyandarkan bahunya pada dinding kaca satu arah, menatap dingin wanita muda yang dulu pernah dianggapnya seperti keluarga sendiri."Ming Na," Jaksa Han membuka pembicaraan dengan suara datar yang tenang namun memotong sunyi. "Penyelidikan atas hilangnya Jia Li di Tebing Wanghai telah ditingkatkan menjadi kasus percobaan pembunuhan dan kejaha
Baca selengkapnya