Di dalam sel nomor sembilan yang minim cahaya, Yi Fang tak lagi meratapi nasib. Kehampaan jiwa yang sempat menggerogotinya waktu mendengar kabar kematian Hao Yu mendadak menguap, berganti menjadi leburan amarah dingin yang mengkristal. Jiwa Jia Li, sang pakar strategi dari era modern, kini berpadu utuh dengan trauma darah bangsawan Wilayah Barat. Ia bukan lagi sekadar tamu asing di raga ini, melainkan pemilik sah dari seluruh ingatan, luka, dan utang darah yang belum terbayar.Lantai batu yang membekukan tak lagi membuat badannya gemetar. Yi Fang melipat kakinya, duduk tegap di sudut sel sembari memejamkan mata. Di dalam kepala analitisnya, peta Istana Kekaisaran Canglan terbentang sangat jernih. Setiap lorong bawah tanah, jadwal pergantian penjaga, hingga watak para pejabat tinggi kerajaan mulai dibedah satu per satu.Hao Ran adalah tipikal penguasa paranoid. Pria itu naik takhta di atas kebohongan, darah saudaranya, dan pembantaian klan Wilayah Barat dua puluh tahun lalu. Orang sepe
Read more