Malam hari di kediaman Ashlan dan kelima istrinya. Di meja makan, Ashlan makan bersama dengan lima istrinya. Hari ini, berkat pengorbanan dari Ashlan, Vea sudah tidak marah lagi. Ya... walaupun sikapnya masih dingin, tetapi setidaknya dia tidak lagi marah seperti sebelumnya."Oh ya, Ashlan... apakah besok kamu jadi ingin pergi ke kota? Jika kamu jadi pergi, boleh aku titip sesuatu?" tanya Sia. "Iya. Besok aku jadi ke kota. Pak Joko akan menemaniku untuk menjual hasil panen. Lalu, rencana aku juga ingin membeli bibit lain untuk ditanam di lahan baru," jelas Ashlan. Para istrinya tampak bangga kepada Ashlan dan usahanya untuk mencegah seluruh rakyat kecil kelaparan."Niatmu begitu mulai. Pantas saja langit selalu membantu lahanmu panen dengan hasil yang baik. Dan aku harap, kamu tidak akan berubah sampai kapan pun, Ashlan," ujar Lira. Mendengar hal itu, Ashlan hanya bisa tersenyum kecil. "Tentu saja aku tidak akan berubah. Dan ini semua aku lakukan dengan ikhlas. Anggap saja hal in
Last Updated : 2026-07-17 Read more