LOGINSetelah perpamitan dengan Lira dan juga meminta doa darinya agar usaha yang ia lakukan berjalan dengan lancar, Ashlan pun langsung memacu kudanya untuk segera bergerak menuju tempat kediaman Tuan Bara yang ada di pusat kota. Perjalanan itu memakan waktu cukup lama sampai pada akhirnya ia berhasil sampai ke pusat kota di siang hari yang cahaya mataharinya begitu terik sampai-sampai membuat Ashlan merasa lelah dan juga haus. Untuk beristirahat sejenak ia memilih untuk tinggal di kedai kopi. Disana ia memesan makanan dan juga minuman untuk mengembalikan tenaga dan juga energinya agar nanti bisa berhadapan langsung dengan Tuan Bara. Selesai mengisi kembali tenaga dan juga energinya, Ashlan kembali melanjutkan perjalanan untuk menemui Tuan Bara. Dan ketika ia baru saja sampai di depan pintu gerbang kediaman Tuan Bara, Ashlan langsung disambut oleh beberapa pengawal yang berjaga di sana. "Maaf. Tetapi Tuan tidak bisa langsung masuk begitu saja kemar
Mengingat apa yang sebelumnya dikatakan oleh Lira, Ashlan jadi tidak bisa tidur sepanjang malam saat itu. Ia terus berpikir dan mempertimbangkan tindakan macam apa yang akan ia ambil agar bisa mengetahui tentang siapa orang tua kandungnya dan bagaimana caranya mendapatkan jawaban itu dari mulut Tuan Bara yang sangat membenci dirinya. Dan ketika pagi berikutnya datang, Ashlan bangun dengan lingkaran hitam di matanya karena kemarin malam ia benar-benar tidak bisa tidur sama sekali karena memikirkan tentang orang tua kandungnya yang kini tiba-tiba saja membuatnya tidak bisa fokus melakukan pekerjaan apapun. Bahkan pagi itu ketika para istrinya sibuk mempersiapkan sarapan pagi, Ashlan benar-benar tidak bergerak di tempat dan hanya duduk diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Melihat sikapnya yang aneh Nara mencoba untuk bertanya kepada Ashlan tentang apa yang sebenarnya ia pikirkan sampai-sampai tidak bergerak seperti patung. "Ashlan, apakah kamu
Malam itu Ashlan duduk termenung di pinggir sawah, di bawah cahaya bulan yang tenang. Ia duduk sendiri sambil larut dalam pikirannya tentang pembahasan sebelumnya mengenai orangtua kandung Ashlan. Selama ini Ashlan tidak pernah penasaran tentang siapa orangtua kandungnya. Ia tidak pernah bertanya-tanya tentang hal itu, bahkan ia tidak pernah merindukan sosok mereka. Namun, hari ini ada yang berbeda. Entah kenapa, tetapi tiba-tiba saja ia mulai merasakan rindu yang sebelum ini tidak pernah ia rasakan. Rasa rindu ini begitu nyata, bahkan rasa ingin tahu pun mulai membucah dalam dadanya. Sosok orangtua yang selama ini tidak pernah ingin ia tahu, kini tiba-tiba saja ia ingin tahu tentang mereka. Ashlan ingin tahu siapa orangtua kandungnya, dan ia ingin tahu apa alasan mereka membiarkan Ashlan menjadi budak di kediaman Nadia. Dalam kesendirian itu, tiba-tiba Lira datang dan kemudian duduk di samping Ashlan untuk menjadi teman bagi Ashlan untuk mengobrol."Apa yang sedang kamu pikirkan,
Setelah dengan berani membuat sumpah, Nadia langsung pergi meninggalkan tempat itu. Dan tidak lama setelah Nadia pergi ....Vea membalikkan badan, menatap Ashlan yang masih berdiri di belakangnya."Jangan pernah goyah hanya karena dia terang-terangan mengaku menyukaimu," tegur Vea, memecah keheningan. "Dia cuma putri manja yang tidak terbiasa ditolak."Elen melangkah mendekat, melipat kedua tangannya di dada. Matanya menatap Ashlan dengan tatapan yang jauh lebih serius."Vea benar. Dan ingat satu hal lagi, Ashlan," potong Elen dengan nada menekan. "Jika sampai kamu terbuai oleh rayuannya, bahkan sedikit saja! Kita semua yang ada di sini akan mati. Jiwa suci milikmu akan ternoda begitu disentuh oleh wanita lain."Lira, Nara, dan Sia tidak mengucapkan satu kata pun. Mereka hanya berdiri diam di posisinya masing-masing, menatap Ashlan dengan tatapan berat. Sikap diam ketiganya sudah cukup menjadi tanda bahwa mereka menyetujui setiap kata yang diucapkan oleh Vea dan Elen.Ashlan mengepalk
Satu minggu setelah kejadian di acara jamuan istana; Ashlan dan kelima istrinya melanjutkan hidup seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Namun, pada saat itu para pekerja di kebun tidak bisa menyembunyikan rasa kaget mereka ketika melihat perubahan wajah Ashlan yang kini semakin menua hanya dalam waktu satu minggu. ... Hari itu adalah pertama kali sejak terakhir kali Ashlan keluar saat ingin pergi ke istana. Karena satu minggu terakhir, Ashlan fokus menyembuhkan diri dengan melakukan meditasi bersama kelima istrinya. Walaupun pada saat itu efeknya tidak terlalu kuat, tetapi setidaknya hal itu bisa menutupi kurangnya usia Ashlan yang begitu banyak. Walaupun wajahnya tetap berubah, tetapi setidaknya perubahan itu tidak terlalu terlihat jelas. ... Setelah seminggu penuh beristirahat, Ashlan akhirnya kembali bekerja di lahan bersama dengan orang-orang lainnya ikut bekerja di sana. Dan sebelum bekerja ia ingin memastikan apakah permintaannya benar-benar telah dikabulkan oleh Raja Salman a
Walaupun pada saat itu rasanya kulit tubuh Ashlan tergoreng habis, dengan sisa tenaga yang ada ia langsung berlari untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di aula jamuan sampai-sampai membuat Vea dan juga Elen berteriak dengan suara yang keras. Dan ketika ia baru sampai di sana, Ashlan benar-benar sangat terkejut melihat bahwa, Lira, dan Sia sudah tidak sadarkan diri di tempat itu. Dan bahkan Nara pun tampak lemah. Dan pada saat itu hanya Vea dan Elen yang baik-baik saja diantara mereka berenam. Dengan menggunakan sisa tenaga yang ada, Ashlan meminta bantuan kepada Raja Salman untuk membiarkan dirinya dan juga kelima istrinya untuk segera pergi dari istana. Dan beruntung pada saat itu Raja Salman memberikan izin dan bahkan membantu dengan memberikan seorang kusir untuk mengendarai kuda yang digunakan oleh Ashlan dan kelima istrinya. ... Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai kembali di rumah. Ashlan mengucapkan banyak terima kasih kepada kusir itu dan jug







