Bita melempar novel yang sedang dibacanya ke samping sambil mendecak pelan. Ia turun dari ranjang, lalu berjalan menuju pintu balkon. Begitu pintu itu dibuka, angin malam langsung berembus masuk. Bersamaan dengan itu, Vino yang sedari tadi duduk di balkon segera berdiri sambil meregangkan badan. "Setelah melewati seribu purnama, akhirnya tuan putri yang dingin luluh juga," cengirnya lebar. Tanpa menunggu jawaban, Vino melangkah masuk mengikuti Bita. Hebatnya, setelah tega membiarkannya menunggu hampir setengah jam di balkon, Bita justru kembali naik ke atas ranjang seolah tak terjadi apa-apa. Gadis itu meraih lagi novel yang tadi ia lempar, lalu melanjutkan membaca dengan santainya. Vino hanya bisa menggeleng geli. Sebelum melempar tubuhnya ke atas kasur, dan berbaring tepat di sisi Bita. Kepalanya dimiringkan, memandangi gadis yang sedang tengkurap dengan buku di tangannya. Bagi orang lain mungkin Bita tampa
Read more