"Kamu kenapa, sih, Sha?" tanya Bita pelan. Sasha mendengus. "Aku kenapa? Seharusnya aku yang tanya kamu kenapa, Ta." Nada suaranya meninggi. "Katanya kamu sama Vino cuma temenan. Tapi apa? Vino nolak aku gara-gara kamu!" Mata Bita terbelalak. "Vino nolak kamu?" Kalimat itu keluar terpatah-patah. Bukan karena ia tak mendengar, melainkan karena otaknya seperti membutuhkan waktu untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan Sasha. "Iya. Dan itu gara-gara kamu!" Sasha menunjuk tepat ke arahnya. Lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis. "Kenapa kaget, Ta? Beneran nggak nyangka? Atau pura-pura aja?" Bita mengernyit. "Aku nggak ngerti maksud kamu." Sasha justru maju, merendahkan tubuhnya hingga wajah mereka kembali berhadapan dekat. "Atau justru seneng?" Tuduhan itu membuat Bita mengernyit. Ia mengangkat wajahnya, menatap Sasha tak percaya. "Apaan, sih, Sha?"
Read more