Vino sudah terlanjur bete dan memilih menyibukkan diri dengan ponselnya. Meski begitu, telinganya masih menangkap percakapan Bita dengan penjaga salon."Di rapihin aja, deh, Mbak," ujar Bita."Dirapihin boleh, tapi sayang kalau cuma dipotong sedikit," sahut Mbak Melati. "Rambut kamu sebenarnya cocok dibikin soft layer. Bagian depannya kita kasih sedikit framing, terus ujungnya dibuat lebih ringan biar jatuhnya bagus. Nanti kalau mau pergi, tinggal di-blow sedikit juga udah kelihatan beda."Bita mengangguk-angguk sambil memperhatikan pantulan rambutnya di cermin. "Kalau gitu boleh, deh."Vino yang sejak tadi pura-pura fokus pada layar ponselnya sempat mengintip lewat cermin. Namun begitu menangkap lirikan Bita ke arahnya, ia buru-buru kembali menunduk.Laki-laki itu mengembuskan napas pelan. Memang semua ini bagian dari rencananya untuk mendekatkan Bita dan Aksa. Ia bahkan sudah meyakinkan dirinya sendiri bahwa kalau jalan itu memang yang
Read more