Untungnya, Sasha langsung menuju tempat yang disebut Vino.Begitu sampai, ia benar-benar menemukan Bita di bawah pohon beringin. Tidak sedang menangis seperti yang sempat ia bayangkan sampai membuat Sasha mengendarai mobilnya dengan kecepatan gila. Bita justru terlihat tenang duduk di bawah pohon sambil mengorek-ngorek tanah dengan sebatang ranting, seolah tidak terjadi apa-apa.Sasha seketika mengembuskan napas lega. “Kamu bikin aku panik banget tau nggak, Ta? Untung aja ketemu," ungkapnya sembari melangkah menghampiri Bita, lalu duduk di sampingnya.Bita tidak menoleh sedikit pun. Tangannya masih sibuk mengorek tanah di hadapannya.“Ta?” panggil Sasha pelan.Awalnya tidak ada respons. Namun, tepat sebelum Sasha kembali membuka suara, Bita akhirnya berkata lirih.“Aku ... aku berhak buat cemburu, kan, Sa?” Suaranya nyaris seperti bisikan.Sasha terkekeh kecil. “Ya boleh, lah. Justru aneh kalau kamu nggak cemburu.”
Read more