“Coba saya lihat dulu.” Adrian mendekat dan memperhatikan wajah Vino dari beberapa sisi. Tatapannya berpindah dari satu lebam ke lebam lainnya, memastikan tidak ada luka terbuka, goresan, ataupun bagian yang terlihat mengalami kerusakan serius.Adrian akhirnya mengembuskan napas lega. Setidaknya, tidak ada luka yang tampaknya meninggalkan bekas permanen. Lebam seperti itu masih bisa hilang seiring waktu.“Untungnya cuma lebam,” gumam Adrian. “Berarti nggak masalah, Pak?” Vino memastikan.“Kamu tetap harus menunggu sampai wajahmu pulih dulu,” jawab Adrian.Vino mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tanpa sadar ia tahan. “Lebamnya memang bukan masalah besar, tapi kalau kamu mau terjun sebagai talent, wajah adalah salah satu modal utama kamu," lanjut Adrian. "Saya nggak mungkin membawa kamu ke casting atau menawarkan kamu ke brand dalam kondisi seperti ini.”Vino mengangguk paham.Adrian melanjutkan, “Kalau
Ler mais