"Iya. Waktu Kakek cerita kalau nyawanya diselamatkan oleh seorang dokter umum yang dipecat secara tidak adil, saya langsung mengurusnya ke direksi," kata Panca dengan nada bangga. "Jadi, setidaknya saya punya sedikit jasa untuk karier Anda sekarang." Panca tersenyum menaikkan alisnya, merasa menang. Mendengar pengakuan itu, Alya merasa serba salah. Jika benar Panca yang membantunya atas perintah atau pengaruh dari Kakek Kusuma, menolak ajakan sederhana secara mentah-mentah membuatnya merasa sebagai orang yang tidak tahu terima kasih. "Kalau begitu ... saya ucapkan terima kasih banyak atas bantuan Anda," ucap Alya melunak. "Tapi untuk makan siang di luar, saya benar-benar tidak bisa. Kalau Anda tidak keberatan, kita bisa makan di kantin atau restoran yang ada di dalam area rumah sakit saja. Satu jam lagi saya ada jadwal mendampingi visite." Panca tersenyum lebar, tampak puas. "Baiklah, di restoran rumah sakit saja tidak masalah. Mari." Mereka berjalan berdampingan menuju restor
Read more