"Suster Rita, cepat siapkan tabung oksigen cadangan dan bantu saya memapah beliau kembali ke ranjang sekarang juga!" teriak Alya panik, berlari menangkap tubuh Kakek Kusuma yang nyaris ambruk di ambang pintu VVIP. Pria sepuh itu merintih tertahan, tangan keriputnya mencengkeram dada kirinya dengan sangat kuat. Wajahnya membiru, napasnya terdengar berbunyi dan sangat pendek. "T-tapi Dokter Alya, Tuan Kusuma tadi tiba-tiba meronta dan memaksa keluar saat—" Suster Rita tampak sangat pucat dan kebingungan, kedua tangannya bergetar menahan tubuh Kakek Kusuma. "Nanti saja penjelasannya, Suster! Fokus pada pernapasan pasien!" potong Alya cepat, menahan bobot tubuh Kakek Kusuma yang semakin memberat di bahunya. "Kakek, tolong bertahan! Jangan tutup mata Kakek!" "Arga ... Alya ... kenapa cucuku dibawa pergi ...?" rintih Kakek Kusuma terputus-putus, matanya menatap nanar ke arah lorong kosong tempat kursi roda Putra menghilang. "Apa salah Arga ...?" "Kakek tidak boleh banyak bicara du
Read more