Aji mulai sering bermimpi.Di dalam mimpinya selalu ada Arum.Terkadang, itu adalah sosoknya saat pertama kali masuk istana, mengenakan pakaian istana berwarna hijau kebiruan, berdiri di bawah pohon mahoni sambil mendongak menatap bunga-bunga. Begitu mendengar langkah kaki, Arum akan berbalik dan tersenyum tipis ke arahnya, memperlihatkan lesung pipi yang samar di pipi kiri.Terkadang, itu adalah penampilannya saat sedang hamil, duduk di dekat jendela, membaca buku sambil mengusap perutnya, diselimuti cahaya matahari yang hangat dan tenang.Terkadang, itu adalah bayangan punggungnya yang berlutut di tengah guyuran salju, tampak begitu rapuh seperti selembar kertas yang bisa hancur kapan saja.Akan tetapi, mimpi yang paling sering muncul adalah kobaran api besar di Istana Kaputren Barat.Aji berdiri di luar kobaran api, menyaksikan paviliun samping runtuh di lalap api. Arum berdiri di dekat jendela, menatapnya dengan tenang, tanpa menangis, tanpa berteriak, hanya menatapnya saja.Aji in
続きを読む