Tiga tahun lalu, pada malam ketika putranya direnggut dari pelukannya, Arum sudah pernah berpikir untuk mati.Arum adalah putri tunggal Penasihat Agung, Pandu Kalandra. Sejak kecil, ia telah mendalami sastra dan berbagai ilmu pengetahuan, sehingga namanya termasyhur di seantero ibu kota.Jika bukan karena gejolak politik saat Raja baru naik takhta, Arum tidak akan dikirim ke istana. Saat itu, ayahnya beralasan bahwa "pejabat sipil harus seiring sejalan dengan penguasa". Padahal, Arum seharusnya menikah dengan seorang pemuda berbakat. Menghabiskan sisa hidupnya dengan saling berbalas puisi dan menikmati secawan arak, menjalani kehidupan yang terhormat, tenang, dan bebas.Masuk ke dalam istana bukanlah keinginannya.Akan tetapi, kala itu, Aji baru naik takhta dengan kekuatan militer, sehingga situasi istana belum stabil dan negeri ini pun belum sepenuhnya aman.Ayah Arum, Pandu, adalah pemimpin para pejabat sipil dan pernikahan ini merupakan simbol aliansi antara penguasa dan bawahannya.
Read more