LOGIN"Permaisuri ingin anak lagi." Aji Adiswara mengatakannya sambil menanggalkan pakaian tidur wanita itu. "Kamu mudah hamil, jadi hamillah sekali lagi." Sepuluh bulan kemudian, Arum Kalandra melahirkan seorang bayi perempuan. Dukun bayi memotong tali pusarnya, lalu bergegas membawa bayi itu pergi tanpa membiarkan Arum menyentuh kain bedongnya sedikit pun. Ini adalah anak kedua. Orang-orang di istana bilang, andai Permaisuri tidak terluka saat mendampingi Aji di medan perang dulu hingga membuatnya mandul, tidak akan pernah ada wanita lain yang menginjakkan kaki di istana ini. Arum, sang putri kandung Penasihat Agung, pada akhirnya hanyalah sebuah wadah yang kebetulan terpilih untuk meneruskan darah keturunan kerajaan.
View More"Aku dengar kabar ... dia sudah mati."Ranti tiba-tiba tertawa. Suara tawanya terdengar parau dan serak seperti embusan angin dari alat tua yang rusak. "Di saat-saat terakhirnya, nama yang dia panggil adalah namamu."Arum diam."Kamu tahu bagaimana aku menghabiskan 15 tahun terakhir ini?"Ranti menatapnya. "Aku melihatmu naik selangkah demi selangkah, melihat putramu menjadi Putra Mahkota, melihatmu menjadi Ibu Suri. Sementara aku, membusuk di sini seperti anjing!""Itu ganjaran yang layak untukmu," ucap Arum dengan tenang."Layak?"Ranti tertawa melengking. "Ya! Aku layak! Aku memang pantas! Tapi, kamu? Arum, apa kamu bahagia selama 15 tahun terakhir ini?"Arum menatapnya. "Apa itu penting?""Penting!" teriak Ranti parau. "Aku harus tahu kalau meski aku kalah, kamu belum tentu menang! Kamu menjadi Ibu Suri yang dihormati, tapi bagaimana dengan hatimu? Orang yang kamu pernah cintai membencimu, orang yang kamu benci sudah mati. Seumur hidupmu, kamu ditakdirkan sebatang kara!"Arum terdi
Kabar mengenai kembalinya Arum ke istana bagaikan sebongkah batu raksasa yang dilemparkan ke permukaan danau yang tenang, memicu gelombang yang dahsyat.Seluruh istana dan kalangan pejabat terkejut, sementara harem pun gempar.Akan tetapi, Aji menggunakan kekuasaan mutlaknya untuk menekan dan membungkam semua keraguan yang ada.Dia mengumumkan bahwa sang Permaisuri saat itu dijebak oleh kaki tangan penjahat, sehingga terpaksa memalsukan kematiannya demi menyelamatkan diri.Kini, setelah kebenaran terungkap sepenuhnya, sudah sepatutnya dia disambut kembali ke istana.Tidak ada satu orang pun yang berani membantah.Sebab, mantan Permaisuri dari Keluarga Wirasana masih dikurung di dalam Istana Pengasingan dan semua pelayan istana yang terlibat dalam kasus tersebut telah dieksekusi.Tidak ada yang mau menjadi korban berikutnya.Arum pun kembali menempati Istana Pranaba.Segala sesuatu di sana masih sama seperti dulu, hanya saja kini ada tambahan jejak dari kedua anak mereka. Kuda kayu keci
Upacara pengangkatan Putra Mahkota ditetapkan pada hari pertengahan musim kemarau.Hari itu, seluruh pejabat memberi penghormatan, dan seluruh rakyat menyaksikan upacara tersebut.Bayu yang baru berusia tiga tahun mengenakan jubah kebesaran Putra Mahkota berwarna kuning aprikot. Tangan kecilnya digandeng oleh Aji, berjalan selangkah demi selangkah menaiki tangga batu batu alam putih di depan Aula Harmoni Agung.Meski masih sangat kecil, bocah itu melangkah dengan sangat mantap. Sorot matanya memancarkan ketenangan yang melampaui usianya.Aji menatap putranya, lalu tiba-tiba teringat pada Arum. Mata anak ini benar-benar sangat mirip dengan wanita itu.Setelah upacara itu selesai, acara dilanjutkan dengan jamuan istana.Alunan musik dan tarian memenuhi ruangan, diiringi denting cawan-cawan anggur yang saling beradu dalam kemeriahan.Aji duduk di atas takhta Raja. Dia memandang kemewahan dan keramaian di dalam aula, tetapi hatinya terasa hampa.Dia teringat waktu-waktu seperti ini pada ta
"Lalu, setelah itu?""Setelah itu, aku ingin Bayu menjadi Putra Mahkota yang sah."Arum menatap ayahnya. "Ayah, kerajaan ini kelak akan menjadi milik putraku dan juga milik keluarga kita. Kalau aku tidak memperjuangkannya, apa aku harus membiarkannya jatuh ke tangan sisa-sisa pengikut Keluarga Wirasana? Atau menyerahkannya kepada selir-selir lain yang mungkin akan muncul di masa depan?"Jantung Pandu berdegup kencang mendengarnya."Jadi, saat Ayah bertanya apa aku sudah memikirkannya matang-matang."Arum berkata dengan sangat tenang, "Aku sudah memikirkannya dengan sangat matang. Mundur satu langkah berarti jatuh ke jurang tanpa dasar. Maju satu langkah, mungkin aku masih bisa memperjuangkan secercah jalan hidupku.""Dan jalan hidupmu ada di dalam istana?""Jalan hidupku ada di tanganku sendiri." Arum tersenyum tipis. "Apa bedanya di dalam atau di luar istana? Selama Bayu ada, selama keluarga kita tetap berdiri, aku pasti bisa bertahan hidup dengan baik di mana pun aku berada."Arum me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews