“Mike, hei!” Mikael Avery yang sedang melamun pun langsung tersadar dan menoleh ke arah orang yang sedang memanggil dirinya. Arion Vendenz berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan tatapan penasaran, “Astaga! Apa yang sedang kau pikirkan, Mike?” “Aku memanggilmu dua kali tadi tapi kamu tidak menjawab,” lanjut Arion. Mikael menggelengkan kepalanya, “Ah, tidak ada. Aku hanya mengingat-ingat apa saja yang terjadi hari ini.” Arion mengerutkan kening dan bertanya, “Kau tidak memikirkan apa yang dikatakan oleh Dilon kan? Kalau soal itu, kau ….” “Bukan, bukan soal itu. Aku justru sudah melupakannya. Aku hanya … memikirkan tentang tantangan kita hari ini yang mungkin bisa berhubungan dengan tantangan besok.” Arion menggigit bibir bawahnya tetapi kemudian dia menggelengkan kepala, “Hei, kita sedang beristirahat sekarang, Mike. Tes besok itu memang penting untuk kita semua. Tapi … kita juga perlu untuk mengistirahatkan otak dan fisik kita.” Mikael dengan cepat langsung menjawab, “
Read more