Bibir Mikael pun terangkat sedikit dan membentuk sebuah senyuman, “Nona, justru sebaliknya.”Diana mengernyit heran.Sementara Mikael kembali berbicara dengan nada santai, “Saya… takkan pernah rela kehilangan kesempatan untuk menjadi prajurit di istana. Oleh sebab itu, saya akan berusaha semaksimal mungkin.”Diana mengepalkan tangannya, merasa bahwa pria itu seolah-olah benar-benar akan bisa menang.“Baiklah, berusahalah kalau begitu! Jangan sampai… kau tersingkir dari babak kini!” kata Diana kembali mulai berjalan.Tapi, lagi-lagi dia kembali mendengar suara Mikael yang berkata, “Terima kasih beri saya semangat, Nona Avery.”Diana menggigit giginya dan melangkah lebih cepat sembari bergumam dengan nada kesal, “Si brengsek itu… benar-benar kurang ajar!”Sharon, pelayan pribadinya hanya menundukkan kepala dan mendengarkan ocehan Diana yang tiada henti itu.Sedangkan di kubu Mikael, teman-temannya menatap penuh keheranan pada teman mereka itu.“Kau suka sekali membuat masalah, Mike!” Ar
Read more