Mikael pun menyahut tanpa menoleh, “Tidak.”Meskipun sedikit tidak yakin dengan jawaban Mikael, Arion tidak bertanya lagi. Menurutnya, kalaupun ada masalah yang terjadi, sudah tentu bukan Mikael yang memulai. Sejauh ini dia tidak pernah melihat Mikael yang memulai perkara. Jadi tidak ada alasan baginya untuk bertanya lebih lanjut pada Mikael. Tetapi, tiba-tiba saja Mikael malah berjalan balik lagi ke arah Arion.“Ada apa, Mike?”Mikael malah memegang bahu Ayden, “Bisakah kau ikut aku sebentar?”“Tentu saja.” Ayden segera meletakkan gelasnya dan kemudian bangkit berdiri.Arion menaikkan alis kanan, “Kau tidak mengajak aku tapi malah menga Ayden?”Ayden terkekeh, sementara Mikael menjawab, “Kau belum menyelesaikan makan malam.”Arion melirik ke arah piringnya yang masih penuh dan kemudian hanya bisa mendesah pasrah melihat Mikael berjalan menjauh bersama dengan Ayden.Ketika mereka berdua baru saja keluar dari gedung makan, Ayden dengan santai bertanya, “Kita… akan pergi ke mana, Mik
Baca selengkapnya