Leon masih berdiri di hadapan Mikael dengan tatapan yang sulit dijelaskan.Beberapa detik lalu, dia baru saja melihat sebuah teknik yang sangat dikenalnya.Teknik yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu ciri khas Jenderal Perang Kerajaan Arans.Namun, Leon tidak ingin mempercayai pikirannya sendiri.‘Tidak mungkin.’Dia menarik napas dalam-dalam dan kembali mengambil posisi bertarung.‘Aku hanya terlalu banyak memikirkan Jenderal Avery.’Mikael memperhatikan perubahan sikap Leon tanpa mengatakan apapun.Pria itu bisa melihat bahwa lawannya sedang mengalami kebingungan.Namun, Mikael tidak memiliki niat untuk menjelaskan apapun kepadanya.“Lanjutkan, Senior Verdict.”Leon menggerakkan rahangnya, “Jangan memanggilku senior dengan nada seperti itu.”Mikael mengangkat alis kanannya, “Lalu aku harus memanggilmu apa?”Leon tidak menjawab. Dia langsung bergerak.Kali ini serangannya jauh lebih cepat.Tinju kanannya mengarah ke bagian dada Mikael, tetapi Mikael memutar tubuhnya sedikit
อ่านเพิ่มเติม