“Memangnya mas mau punya anak dariku?!” tanya Ica agak ketus menutupi kegugupannya. Dia masih kekanak-kanakan dan egois, tapi yang lebih penting dia masih ragu dengan Saka. Mau menikahinya karena memang butuh istri untuk seumur hidup atau karena kasihan saja, lalu setelah itu menyesal kenapa tidak menerima wanita yang pintar masak saja dari pada wanita manja yang maunya dimasakin. Ica juga sebenarnya pingin lho bisa masak kayak ibu, bukan karena mau bersaing dengan Farah ya, dia sih nggak level dengan wanita itu. Istri sah, itu ratu sedangkan Farah hanya ulat bulu. Jauhkan perbandingannya. “Kamu istriku,” katanya tenang sambil mengangkat alis. Ya iya sih memang bener, Ica memang istrinya. Hanya orang gila yang punya istri tapi buat anak dengan wanita lain, dan Ica meski belum kenal-kenal banget dengan suaminya, dia yakin suaminya masih normal. Tidak gila maupun stress. Masalahnya, meski tak mau buat anak dengan wanita lain, kadang godaan setan terlalu dasyat sampai hal yang tida
Read more