“Icaaa!!!”Ica melotot galak pada temannya itu. Kok bisa ya, dia punya teman suaranya mirip toa begini, mana sekarang sedang hening, persiapan mau acara ijab qobul. Ica memang tak langsung keluar, dia akan menunggu di kamar sampai kata “Sah” terucap baru dia bisa menemui suaminya. “Diam kenapa sih, Ta. Itu tenggorokan nggak sakit kamu buat teriak-teriak terus.” “Eh kok kamu sewot sih Ca. grogi ya,” godanya sambil menaik turunkan alis. Ica menunjukkan tatapan paling tajam untuk Tata, tapi yang namanya Tata mana mempan dikasih peringatan kayak gitu, itu anak malah nyerocos. “Tahu nggak, Ca.” “Nggak,” jawab Ica ketus. Tuh kan, dikira Ica peramal, tahu apa yang belum dia katakan. “Idih manten apaan mukanya manyun gitu, kalau orang lihat pasti dikira kamu belum bisa move on dari si Adam.” “Siapa tuh Adam. Nggak kenal.” “Eleh lagakmu, pasti kamu sakit hati banget ya, tapi tenang kamu dapat yang lebih baik kok aku sudah lihat fotonya.” “Hah!!! Foto apa?”Tata mengotak-atik ponse
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-12 Mehr lesen