Alena sudah meronta. Ia menepuk-nepuk bahu Leon, tapi pria itu malah menatapnya sambil senyam senyum tidak jelas. Hingga, Alena yang habis kesabaran langsung menggigit lengan kekar itu.Awww!!!"Kamu gila ya, Alena?!" pekik Leon setelah menegakan tubuh Alena. Ia mengusap lengannya kasar, karena Alena menggigit sangat kuat."Dasar pria lemah," cercanya.Alena tak peduli, lalu ia masuk ke dalam begitu saja. Moodnya hancur gara-gara kedarangan kembaran sahabatnya.Sementara di luar, Leon mendengus kesal Alena mengabaikan dirinya begitu saja. Ia menarik napas dalam, menatap pintu Apartement itu sekilas lalu melenggang pergi. Dan kebetulan, di lorong ia bertemu Liana. Leon menghentikan langkahnya pelan, tapi Liana terus saja melangkah cepat sambil menundukan wajah.Dahi Leon berkerut tipis. Wajahnya sedikit berpikir, tapi tak lama itu ia kembali melanjutkan jalannya.Waktu sudah menunjukan 3 sore lebih. Aston berjalan cepat s
Read more