"Kamu baik-baik saja 'kan, Lea?" tanya Mike yang merasa bingung menanggapi sikap gen Z. Leana baru tersadar setelah Mike kembali bertanya. "Oh... Em, I-iya, Kak... Tadi hanya terpesona saja, eh... Maksud saya kagum lihat kerja kerasnya Kak Mike, gitu." Mike kembali tersenyum simpul. "Ya sudah, kalau begitu saya mau bersih-bersih dulu. Kamu juga istirahat dulu. Pasti capek 'kan ngurusin cafe sendirian?!" "Iya, Kak... Bye." Leana mengangkat tangannya rendah. Panggilan berakhir dengan semestinya. Leana langsung membekap gawianya di depan dada sambil menghembuskan napas berkali-kali. Sejenak itu dirinya seperti orang linglung, masih belum yakin sepenuhnya jika seorang Mike, pria idamannya sejak kecil, yang dulu selalu menggendongnya keliling taman, yang dulu dirinya sangka akan se-mustahil itu untuknya raih, tapi siang tadi sekaan Tuhan berkehendak lain. Mike datang secara tiba-tiba, memesan
Read more