Reya mendengus kesal, tetapi matanya masih dipenuhi kebingungan.Felix justru tersenyum tipis, lalu menghela napas pelan menahan gairah yang tertahan di benaknya. Ia menunduk sedikit, lalu menyentuh lembut punggung Reya dengan ujung jarinya, menenangkan.“Tunggu, Reya...” Suaranya kali ini jauh lebih pelan, tapi tatapannya membuat Reya merinding.Reya langsung mengerutkan kening sambil mengatur napasnya yang naik turun. “Apa lagi sekarang?” Felix tidak langsung menjawab, ia tertawa lirih dengan tatapan menggoda. “Aku akan memuaskanmu sekarang...”Lalu dengan cepat, "Emhhh, Felix..." Bibir pria itu kembali berpagutan lirih dengan bibir Reya. Reya semakin bingung tak bisa mengkondisikan dirinya sendiri sekarang. Tepat saat itu, gairah sudah di ujung kepala mereka berdua. Bahkan hanya satu hentakan saja, Felix langsung membenamkan kembali p3n1snya jauh lebih dalam, kedua tangannya mer3mas p4nt4t Reya dengan gerakan melingkar, wajah Reya sekarang sudah benar-benar merah tak bisa me
Baca selengkapnya