Felix pun hanya bisa menunduk pelan, perasaannya langsung terasa tidak jelas...Pikirannya sedikit ambigu, meski ia sering melawan kakeknya, tapi ia juga sangat segan menghormatinya di banyak situasi apalagi tentang penerapan hukum keluarga. Tak lama berselang, malam semakin larut...Setelah mengantar kakeknya pulang, Felix kembali ke kamar tamu bukan kembali ke kamarnya sendiri. Lampu hanya menyisakan cahaya redup di dalam ruangan itu.Reya sudah tertidur.Felix berdiri beberapa saat di sisi ranjang, memperhatikan wajah wanita itu yang tampak jauh lebih tenang dibandingkan ketika terbangun.Ia kemudian berbaring di sampingnya.Perlahan, Felix menarik tubuh Reya mendekat dan dalam tidurnya, Reya justru bergerak refleks dan memeluk pinggang Felix.Felix membeku sepersekian detik, kemudian senyum tipis muncul di wajahnya. Jemarinya menyentuh rambut Reya dan merapikan beberapa helai yang jatuh di wajah wanita itu.“Kau benar-benar merepotkan,” gumamnya pelan dengan tatapan lembut.“Kau
Read more