Reya tak mendapatkan jawaban apapun dari protesnya, karena Felix yang sudah serius berbicara dengan seseorang melalui telepon.Wajah pria jahil itu terlihat dingin, tajam, dan sangat fokus. Untuk sesaat, pria itu benar-benar tampak seperti sosok yang selama ini hanya Reya lihat dalam film-film mafia.Rahang tegas, tatapan tajam, juga aura berbahaya yang seolah membuat orang lain otomatis menyingkir dari jalannya.Reya sampai terdiam beberapa detik."Ya ampun..." Tanpa sadar ia memandangi wajah Felix lebih lama.Pria itu memang menyebalkan, arogan, dan suka mengatur tapi Reya harus mengakui satu hal."Benar-benar sempurna."Wajah tampan itu seolah dipahat terlalu sempurna untuk manusia biasa. Sayangnya, kesan mengerikan yang menyertainya juga sama sempurnanya.Reya refleks mengangkat tangan dan memegang lehernya sendiri."Lupakan." Ia buru-buru menggeleng."Kalau macam-macam sama orang seperti itu, bisa-bisa kepalaku hilang."Tepat saat itu Felix menoleh sekilas ke arahnya, Reya langsu
Read more