"Iya."Felix menundukkan kepala hingga bibirnya sedikit menyentuh telinga Reya, hembusan napas hangatnya membuat bahu Reya menegang tanpa sadar.Dengan sengaja, Felix lalu menggigit pelan ujung daun telinga Reya. Rasa geli dan sensasi hangat bibir pria itu, membuat Reya tersentak dan menoleh dengan mata membulat."Namanya Poers," bisik Felix pelan, suaranya rendah dan berat."Dan... dia belum makan malam."DEG!Wajah Reya seketika memucat. Tatapannya spontan melayang ke arah kolam yang gelap. Permukaan air tampak tenang, tetapi bayangan sirip abu-abu yang tadi sempat muncul masih menghantui pikirannya.Tanpa sadar, jemarinya mencengkeram erat ujung tangan kemeja Felix."A-Aku janji..." ucapnya gugup."Aku benar-benar janji tidak akan membangkang lagi."Ia mendongak dengan wajah memelas, berusaha mencari sedikit belas kasihan di wajah pria itu."Kau tidak akan menjadikanku makan malamnya, kan? Dagingku pasti lebih alot daripada babi."Felix justru menarik pipi Reya pelan, membuat gadis
Read more