Reya refleks menutup bahunya dengan tangan, wajahnya langsung panas. Ia bahkan belum sempat mencari jawaban yang pantas, ketika Felix sudah bergerak lebih dulu.Pria itu berdiri di sisi Reya dengan tenang yang menyebalkan, lalu berdehem pelan.“Ekhem.”Arvin menoleh dengan rasa penasaran, karena bekasnya terasa familiar namun kemudian fokus melihat Felix.Felix mengambil jaket panjang dari tangan Reon, lalu memakaikannya ke tubuh Reya sampai hampir menutupi pahanya.Reya ingin menolak, tapi Felix menahan pinggangnya dengan tatapan tegas, hingga Reya tak berkutik.Lalu, dengan wajah datar yang dingin pada orang lain, Felix menepuk bahu Arvin sekali.“Jaketmu murah,” katanya ringan sambil mengeluarkan kartu hitam dari saku jasnya. “Beli yang baru. Keluarga kita tidak semiskin itu.”Arvin langsung merengut, nada manja yang tak cocok dengan wajah cemasnya. “Kak Felix…”Felix hanya menatapnya sepersekian detik, lalu tersenyum tipis, senyum yang bagi Reya terasa nakal, tapi bagi orang lain
Read more