Di saat Karin membuka mata, Dewa sudah tidak di sampingnya lagi. Ia menatap ke sekeliling, lalu pandangannya jatuh pada kimono dan dalaman yang tergeletak di lantai. Karin memijat keningnya sendiri, merasa bersalah telah kembali masuk dalam jeratan Dewa. Setelah ini apa? Lupakan soal itu dulu, Karin perlu membersihkan dirinya. Setelah selesai, ia turun ke bawah. Indra penciumannya menangkap aroma dari makanan. Tanpa bisa dicegah, langkah Karin menuju ke sumber aroma tersebut. Ia tiba di dapur, mendapati Dewa yang memekai celemek dan memasak untuknya. Secara tidak sadar, Karin menyunggingkan senyum. Pria itu seorang pengusaha, punya status tinggi, dan lihatlah dia sekarang, tengah berada di dapur. "Selamat pagi," ucap Dewa. "Pa-Pagi." Selama bersama pria ini, Karin juga mempelajari cara-cara orang kaya dalam menyapa. Termasuk mengucapkan salam di pagi hari maupun ketika tidur di malam hari. Karin tidak tahu apakah orang biasa saja juga begitu. Jelasnya ia dan Teguh tidak pernah begi
Dernière mise à jour : 2026-08-01 Read More