"Ahhh ... ." Karin refleks menutup bibir karena suara berat yang baru saja ia keluarkan di saat bibir Dewa telah mencucup buah cherrynya. "Bersuara saja kalau kamu mau," ucap Dewa sesempatnya ia bicara, kemudian menyusu kembali. "Milikku sedang terluka, tolong perlahan saja," pinta Karin. "Aku akan melakukannya dengan lembut," bisik Dewa, yang berhasil membuat Karin terkejut karena laki-laki ini mengecup cuping telinganya. "Tu-Tuan, ini tidak benar." "Sttt ... ." Dewa memandang Karin dengan penuh minat. "Aku sedang minum. Jangan mengangguku, Mama." Karin mengangguk, ia seorang pekerja dan Dewa adalah bos yang membayar gajinya. Karin telah memakai kemeja termasuk mengenakan pembungkus bagian sensitif yang memiliki kancing di depan. Namun, Dewa seperti tidak mau ada satu pakaian yang melindungi aset berharga itu. Ia melepas semua, menyisakan pakaian bawah saja, dan berpuas diri memeluk Karin sambil menikmati asi. Ini bukan sekadar kewajiban bekerja, tetapi sentuhan yang mem
Last Updated : 2026-06-27 Read more